BANYUMAS ,LIN-RI.id — Nama Gracia Evania Laviola bukanlah sosok asing di dunia panjat tebing Indonesia. Atlet asal Banyumas ini telah menghabiskan lebih dari satu dekade membangun prestasi, mulai dari kejuaraan pelajar hingga kompetisi tingkat nasional. Kini, setelah memutuskan mengakhiri karier sebagai atlet, Gracia membuka lembaran baru dengan meniti karier di salah satu perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia.
Perjalanan Gracia dimulai pada 2011, ketika masih duduk di kelas V Sekolah Dasar di usia 11 tahun. Ia mulai berlatih panjat tebing di GOR Satria Purwokerto. Menariknya, baru tiga bulan menjalani latihan, Gracia langsung dipercaya mengikuti kejuaraan Lead Pelajar Putri di Tegal. Debut tersebut berakhir manis dengan raihan Juara 2, menjadi prestasi pertama yang sekaligus menandai lahirnya seorang atlet berbakat dari Banyumas.
Sejak saat itu, panjat tebing menjadi bagian penting dalam hidupnya. Latihan yang dijalani secara konsisten membentuk karakter disiplin, tangguh, dan pantang menyerah.
Gracia menempuh pendidikan di SMP Negeri 3 Purwokerto, kemudian melanjutkan ke SMA Negeri 3 Purwokerto. Setelah lulus, ia meneruskan pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Di kampus inilah prestasinya semakin berkembang dan mengantarkannya menjadi salah satu atlet panjat tebing mahasiswa yang diperhitungkan.
Selama menjadi atlet, Gracia berhasil menorehkan berbagai prestasi membanggakan, di antaranya:
Juara 2 Lead Pelajar Putri, Tegal (2011)
Juara 1 Lead Mahasiswa Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) 2022
Juara 1 Mix Speed WR Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2023
Juara 3 Lead Perorangan Putri Porprov Jawa Tengah 2023
Juara 1 Lead Umum Putri Rektor Cup Bali 2023
Juara 2 Speed Classic Rektor Cup Bali 2023
Juara 1 Lead Mapala MITAPASA 2023
Juara 3 Lead Umum MITAPASA 2023
Juara 1 Lead Umum Putri Gunadarma Climbing Competition 2023
Juara 1 Lead Mapala Putri Gunadarma Climbing Competition 2023
Juara 3 Lead Umum Putri Bupati Cup III Sangatta, Kalimantan Timur
Di balik sederet prestasi tersebut, perjalanan Gracia tidak selalu mudah. Menjelang Porprov Jawa Tengah 2023, berbagai kebutuhan mengikuti try out dan persiapan pertandingan tidak sepenuhnya didukung anggaran. Menurut Gracia, seluruh kebutuhan persiapan saat itu justru mendapat dukungan penuh dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).
“Selama persiapan Porprov 2023 tidak ada anggaran biaya untuk try out. Semua didukung penuh oleh kampus. UMP benar-benar memberikan perhatian dan dukungan kepada atlet yang membawa nama baik kampus,” ungkap Gracia.
Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membuatnya mampu tampil maksimal hingga meraih prestasi di tingkat provinsi maupun nasional.
Kini, Gracia telah memutuskan untuk tidak lagi aktif sebagai atlet panjat tebing. Meski demikian, semangat juang yang ditempa selama bertahun-tahun di arena kompetisi tetap menjadi bekal dalam kehidupannya. Saat ini ia tengah merintis karier profesional dengan bekerja di salah satu perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia.
Bagi Gracia, berhenti menjadi atlet bukan berarti berhenti berprestasi. Dunia kerja merupakan tantangan baru yang dijalani dengan nilai-nilai yang sama seperti saat berada di dinding panjat: disiplin, kerja keras, tanggung jawab, dan keberanian menghadapi setiap tantangan.
Sebagai penutup, Gracia juga menyampaikan harapannya bagi perkembangan panjat tebing di Banyumas. Ia berharap pembinaan atlet dilakukan secara profesional, objektif, dan berorientasi pada prestasi.
“Pelatih dan manajemen harus adil dalam melihat potensi dan kemampuan atlet, jangan menggunakan pendekatan suka atau tidak suka. Selain itu, pelatih dan manajemen harus lebih tegas dalam menjalankan training center agar pembinaan atlet semakin berkualitas.”
Perjalanan Gracia Evania Laviola menjadi bukti bahwa prestasi bukan hanya diukur dari banyaknya medali, tetapi juga dari kemampuan seseorang untuk terus berkembang dan memberi inspirasi di setiap fase kehidupan. Dari dinding panjat hingga dunia profesional, Gracia menunjukkan bahwa semangat juara akan selalu melekat, di mana pun ia berkarya.
***














Komentar