CILACAP – Guna mengantisipasi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Perum Perhutani KPH Banyumas Barat bersama Tim Terpadu Karhutla Kabupaten Cilacap melakukan survei titik lokasi pembangunan sumur bor di kawasan hutan perbatasan Kecamatan Kawunganten dan Kecamatan Jeruklegi.
Langkah strategis ini diambil mengingat kawasan hutan di wilayah perbatasan tersebut cukup jauh dari sumber mata air alami. Ketersediaan sumur bor di titik rawan diharapkan dapat mempermudah serta mempercepat pasokan air bagi petugas saat melakukan pemadaman jika terjadi kebakaran.
Administratur/KKPH Banyumas Barat, Hery Merkussiyanto Putro, S.Hut., mendelegasikan Wakil Administratur/KSKPH Ari Kurniawan untuk mendampingi langsung peninjauan lapangan tersebut. Tim terpadu ini melibatkan jajaran Polres Cilacap, Kodim 0703/Cilacap, BPBD Kabupaten Cilacap, serta Muspika Kecamatan Jeruklegi dan Kawunganten.
Rencana bantuan pembuat sumur bor ini diinisiasi oleh jajaran Polres Cilacap dan Polda Jawa Tengah. Kabag Ops Polres Cilacap, AKP Siswanto, didampingi Kapolsek Kawunganten menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata kolaborasi antarinstansi dalam menjaga keandalan sarana mitigasi bencana.
Dalam skema kerja sama tersebut, anggaran pembangunan sumur bor didukung penuh oleh pihak Polri. Sementara itu, Perum Perhutani bertanggung jawab menyediakan sarana dan prasarana pendukung, seperti instalasi pompa air hingga jaringan listrik.
Sinergi lintas instansi ini diharapkan dapat memantapkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman Karhutla sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Cilacap dan sekitarnya.
Red.














Komentar