Dekat Polsek, PETI Diduga Tetap Beroperasi Pengawasan Aparat Dipertanyakan

- Penulis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kalbar.

Kapuas Hulu, Kalbar – Dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Nanga Boyan, Kecamatan Boyan Tanjung, Kabupaten Kapuas Hulu, kembali menjadi sorotan. Aktivitas tersebut diduga berlangsung terbuka menggunakan alat berat jenis excavator.

Yang menjadi perhatian, lokasi dugaan aktivitas PETI tersebut disebut tidak jauh dari Kantor Polsek Boyan Tanjung. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pengawasan aparat. Kamis, 6 Agustus 2026.

Dokumentasi yang beredar memperlihatkan alat berat, areal galian luas, serta fasilitas pencucian material yang diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan.

Jika dugaan tersebut benar, masyarakat patut mempertanyakan bagaimana aktivitas menggunakan alat berat dapat berlangsung secara terbuka tanpa adanya tindakan atau pemeriksaan tegas dari aparat.

PETI bukan sekadar persoalan perizinan. Pengerukan menggunakan alat berat berpotensi merusak struktur tanah, meningkatkan sedimentasi, mengganggu aliran sungai, hingga mencemari lingkungan apabila terdapat penggunaan bahan berbahaya seperti merkuri.

Karena itu, aparat penegak hukum dan instansi terkait diminta segera turun langsung ke lokasi, melakukan verifikasi, serta memastikan legalitas aktivitas pertambangan tersebut.

Sorotan masyarakat juga mengarah kepada jajaran kepolisian setempat. Kapolsek yang disebut berinisial IPDA E diharapkan memberikan penjelasan mengenai pengawasan dan langkah penanganan terhadap dugaan PETI tersebut.

Apakah aktivitas tersebut sudah diketahui aparat? Apakah lokasi telah diperiksa? Jika ditemukan pelanggaran, tindakan apa yang telah dilakukan?

Pertanyaan tersebut membutuhkan jawaban resmi agar tidak berkembang menjadi spekulasi.

Namun, tudingan bahwa Kapolsek “tutup mata” belum dapat dianggap sebagai fakta dan masih memerlukan klarifikasi dari pihak kepolisian.

Media ini telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kapolsek melalui WhatsApp terkait dugaan aktivitas PETI dan penggunaan alat berat tersebut.

Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban resmi yang diterima.

Baca Juga:  Pimpinan KPK Tegaskan Level Gubernur Tak Steril dari OTT: Bukti Belum Cukup, Bukan Dilindungi

Nomor WhatsApp yang digunakan untuk melakukan konfirmasi juga diduga telah memblokir akses komunikasi, sehingga media ini belum dapat kembali menghubungi yang bersangkutan melalui nomor tersebut.

Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Kapolsek maupun pihak terkait.

Masyarakat meminta aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan instansi terkait segera turun ke lapangan, memeriksa fakta, dan mengambil tindakan tegas apabila dugaan PETI tersebut terbukti.

Penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, transparan, adil, dan tidak tebang pilih.

Jika benar aktivitas PETI dengan alat berat berlangsung secara terbuka dan lokasinya tidak jauh dari kantor kepolisian, maka publik berhak mendapatkan penjelasan siapa yang mengawasi, apa yang sudah dilakukan, dan kapan tindakan hukum akan diambil?

(TIM)

Follow WhatsApp Channel lin-ri.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejagung Periksa 3 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Pertambangan Mineral PT PMM
Hendak Menyerahkan Penjual Obat Keras Terlarang Daftar G, Lima Wartawan Malah Ditetapkan Tersangka oleh Polsek Teluknaga
Dugaan Perselingkuhan Oknum Dr KSN Pejabat RSUD Ade M. Djoen Sintang Mencuat, Manajemen dan BKPSDM Turun Tangan
Nama kIANG SHE Disebut Dalam Dugaan Jaringa Rokok Ilegal Kalbar, Kapolda Dan Bea Cukai Diminta Usut Tuntas
Dugaan Pelecehan Seksual, Perempuan Warga Bojonegara Laporkan Oknum Kepala Desa ke Polda Banten
Ada Apa di Desa Jayabakti? Pokja IWO Indonesia Lawan Sikap Tertutup Pemdes Lewat Jalur Hukum
Gelar Perkara Kasus Layla Rizky Di Gelar 11 Agustus Publik Kini Tunggu Sikap Polres Metro Bekasi
Proyek SPAM Mojolagres Disorot, CV Nurdin Bersaudara dan PT Konindo Panorama Konsultan Diragukan Kredibilitasnya?
Berita ini 6 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:52 WIB

Kejagung Periksa 3 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Pertambangan Mineral PT PMM

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:35 WIB

Hendak Menyerahkan Penjual Obat Keras Terlarang Daftar G, Lima Wartawan Malah Ditetapkan Tersangka oleh Polsek Teluknaga

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:59 WIB

Dugaan Perselingkuhan Oknum Dr KSN Pejabat RSUD Ade M. Djoen Sintang Mencuat, Manajemen dan BKPSDM Turun Tangan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:12 WIB

Nama kIANG SHE Disebut Dalam Dugaan Jaringa Rokok Ilegal Kalbar, Kapolda Dan Bea Cukai Diminta Usut Tuntas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:16 WIB

Dugaan Pelecehan Seksual, Perempuan Warga Bojonegara Laporkan Oknum Kepala Desa ke Polda Banten

Berita Terbaru