Usung Visi Anti-KKN, Dedi Yusuf Zaenudin Siap Bawa Perubahan dan Transparansi di Desa Rajawana Purbalingga

- Penulis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PURBALINGGA, LIN-RI.id – Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Rajawana, Kecamatan Karang Moncol, Kabupaten Purbalingga, kian menarik perhatian publik. Salah satu figur yang muncul sebagai motor perubahan adalah Dedi Yusuf Zaenudin. Pria yang dikenal dekat dengan masyarakat ini secara resmi menyatakan kesiapannya untuk maju dengan membawa misi utama: merombak tata kelola pemerintahan desa menjadi lebih amanah dan bersih dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Langkah Dedi Yusuf Zaenudin ini dinilai sebagai respons konkret atas dinamika di tingkat akar rumput. Masyarakat Desa Rajawana belakangan ini kian kritis dalam menuntut keterbukaan publik, terutama terkait pengelolaan anggaran dan efektivitas pelayanan birokrasi desa.

“Desa Rajawana memiliki potensi luar biasa, baik dari sektor pertanian, sumber daya alam, maupun sumber daya manusianya. Namun, semua potensi itu tidak akan pernah optimal jika sistem pemerintahannya tidak sehat. Fondasi utama pembangunan desa adalah kepercayaan masyarakat, dan kepercayaan itu hanya bisa lahir dari pemerintahan yang bersih dan jujur,” ujar Dedi Yusuf Zaenudin saat ditemui di kediamannya.

Dalam memaparkan visi militannya, Dedi menjabarkan tiga pilar reformasi tata kelola yang akan langsung diterapkan jika dirinya mendapat mandat dari warga Rajawana:

Pertama, Transparansi Keuangan Total. Dedi berkomitmen penuh untuk membuka lebar-lebar akses informasi mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), Dana Desa (DD), serta Alokasi Dana Desa (ADD). Ke depan, seluruh laporan realisasi fisik dan keuangan akan dipublikasikan secara berkala melalui baliho desa, papan informasi digital, dan media sosial resmi desa agar setiap rupiah uang rakyat dapat diawasi bersama.

Kedua, Penghapusan Budaya Nepotisme. Salah satu isu sensitif di tingkat desa adalah pengisian jabatan perangkat desa yang kerap diwarnai isu kedekatan kekerabatan. Dedi menggaransi bahwa di bawah kepemimpinannya nanti, rekrutmen perangkat desa akan dilakukan melalui seleksi terbuka berbasis kompetensi dan menggandeng pihak ketiga yang independen demi menjaga keadilan.

Baca Juga:  Dispermades Cilacap Dinilai Tertutup, Pejabat Hindari Konfirmasi Jurnalistik

Ketiga, Birokrasi Bebas Pungli. Dedi menargetkan digitalisasi layanan administrasi secara bertahap. Hal ini ditujukan untuk mempercepat pengurusan surat-menyurat warga sekaligus memutus mata rantai kontak fisik yang rentan memicu praktik pungutan liar atau biaya tambahan yang tidak resmi.

Komitmen anti-KKN yang diusung oleh Dedi Yusuf Zaenudin ini memicu gelombang dukungan dari berbagai elemen masyarakat di Desa Rajawana, mulai dari tokoh Agama,Pemuda hingga kelompok tani. Mereka berharap momentum politik ini dapat menjadi titik balik lahirnya pemimpin yang benar-benar menepati janji dan menempatkan kesejahteraan warga sebagai prioritas tertinggi. Kontestasi Pilkades Rajawana ini pun diprediksi akan menjadi barometer pelaksanaan demokrasi yang sehat dan berintegritas di wilayah Kecamatan karang moncol.

***

Follow WhatsApp Channel lin-ri.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Galian C PT ASP Disorot! Sejak 22 Oktober Beroperasi, Izin Belum Jelas, DLH Didesak Turun Periksa
AKBP Dr. Netty Rosdiana Siagian Umumkan Mengundurkan Diri dari Polri Lewat Instagram
Subpenyalur BBM di Lima Wilayah Kubu Raya Terhenti, Solar Tembus Rp19 Ribu per Liter, Warga Desak Solusi BPH Migas
Pergoki Curanmor di Parkiran Apotek, Anggota Polrestabes Palembang Ditembak di Bahu — Dua Pelaku Kini Ditangkap
Dispermades Cilacap Dinilai Tertutup, Pejabat Hindari Konfirmasi Jurnalistik
Meski Ada Laporan ke Polda Jabar, Sentul City Terus Garap Lahan Tetangga Prabowo
Dari Dinding Panjat Menuju Dunia Profesional: Perjalanan Inspiratif Gracia Evania Laviola
Skandal APBDes Sikampuh Memanas: BPD Diduga Main Lelang TKD, Pemdes Disetir Dua Oknum
Berita ini 19 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 16:18 WIB

Galian C PT ASP Disorot! Sejak 22 Oktober Beroperasi, Izin Belum Jelas, DLH Didesak Turun Periksa

Minggu, 1 November 2026 - 14:40 WIB

AKBP Dr. Netty Rosdiana Siagian Umumkan Mengundurkan Diri dari Polri Lewat Instagram

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Subpenyalur BBM di Lima Wilayah Kubu Raya Terhenti, Solar Tembus Rp19 Ribu per Liter, Warga Desak Solusi BPH Migas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Pergoki Curanmor di Parkiran Apotek, Anggota Polrestabes Palembang Ditembak di Bahu — Dua Pelaku Kini Ditangkap

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Dispermades Cilacap Dinilai Tertutup, Pejabat Hindari Konfirmasi Jurnalistik

Berita Terbaru