Saluran Sekunder Sindangjaya Dipenuhi Sampah, Pemeliharaan dan Pengawasan Dipertanyakan

- Penulis

Jumat, 4 September 2026 - 06:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PANGANDARAN 4/9/2026 – Kondisi Saluran Sekunder Sindangjaya yang merupakan bagian dari Daerah Irigasi (DI) Ciputrajaji dan berada di bawah kewenangan SDA Provinsi Jawa Barat menjadi perhatian masyarakat.

Penumpukan sampah dilaporkan terjadi pada ruas BSJ 8 hingga BSJ 9. Kondisi tersebut disebut masyarakat kerap terjadi dan berulang setiap tahunnya.

Keberadaan sampah di dalam saluran dikhawatirkan dapat mengganggu kelancaran aliran air, terutama apabila jumlahnya terus bertambah dan tidak segera dilakukan pembersihan.

Masyarakat kemudian mempertanyakan sejauh mana kegiatan operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi dilakukan pada ruas tersebut, termasuk bagaimana peran petugas PPA atau mantri pengairan dalam melakukan pemantauan kondisi saluran di lapangan.

Selain persoalan teknis, masyarakat juga berharap adanya penjelasan dari pihak berwenang mengenai program dan anggaran pemeliharaan jaringan irigasi, khususnya apakah terdapat kegiatan pemeliharaan yang mencakup ruas BSJ 8 sampai BSJ 9 serta bagaimana realisasi kegiatannya.

Pertanyaan tersebut bukan dimaksudkan untuk menuduh adanya penyimpangan, melainkan sebagai bentuk perhatian masyarakat agar pengelolaan jaringan irigasi dan penggunaan anggaran dapat diketahui secara transparan serta tepat sasaran.

Di sisi lain, penumpukan sampah juga membutuhkan perhatian bersama. Selain tanggung jawab pengelola jaringan irigasi dalam melakukan pemeliharaan, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke saluran juga menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi jaringan irigasi.

Awak media masih berupaya meminta konfirmasi kepada SDA/PSDA Provinsi Jawa Barat, termasuk PPA atau mantri pengairan yang bertugas di wilayah tersebut, terkait kondisi Saluran Sekunder Sindangjaya, jadwal pemeliharaan, serta langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi penumpukan sampah pada ruas BSJ 8–BSJ 9.

Dengan adanya klarifikasi dari pihak terkait, diharapkan persoalan tersebut dapat diketahui secara utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman mengenai pelaksanaan pemeliharaan jaringan irigasi.

Baca Juga:  Dugaan Solar Subsidi Dijual Rp10.500 di SPBU 64.785.15 Toba, Pertamina Didesak Buka Hasil Pengawasan

Red.

Follow WhatsApp Channel lin-ri.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Raih Nilai 94,8%, Kejaksaan RI Pertahankan Opini WTP BPK 10 Tahun Berturut-Turut
Dugaan Solar Subsidi Dijual Rp10.500 di SPBU 64.785.15 Toba, Pertamina Didesak Buka Hasil Pengawasan
Perhutani KPH Banyumas Barat Gandeng MPA Desa Gunung Telu Antisipasi Karhutla 2026
Antisipasi Karhutla, Perhutani KPH Banyumas Barat dan Tim Gabungan Cilacap Survei Lokasi Sumur Bor
Perhutani KPH Banyumas Barat Terus Perkuat Sinergi dengan Kodim 0701/Banyumas demi Keamanan Kawasan Hutan
Perhutani KPH Banyumas Barat Dirikan Pos Terpadu, Perkuat Antisipasi Karhutla dan Keamanan Hutan Kawunganten
KPH Banyumas Barat dan Polresta Banyumas Memperkuat Sinergi Lintas Sektoral demi Menjaga Kelestarian Hutan
Perhutani KPH Banyumas Barat Bagikan Ribuan Bibit Pohon, Langkah Nyata Mitigasi Longsor dan Banjir
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 06:13 WIB

Saluran Sekunder Sindangjaya Dipenuhi Sampah, Pemeliharaan dan Pengawasan Dipertanyakan

Kamis, 3 September 2026 - 14:15 WIB

Raih Nilai 94,8%, Kejaksaan RI Pertahankan Opini WTP BPK 10 Tahun Berturut-Turut

Kamis, 3 September 2026 - 13:48 WIB

Dugaan Solar Subsidi Dijual Rp10.500 di SPBU 64.785.15 Toba, Pertamina Didesak Buka Hasil Pengawasan

Kamis, 3 September 2026 - 13:20 WIB

Perhutani KPH Banyumas Barat Gandeng MPA Desa Gunung Telu Antisipasi Karhutla 2026

Kamis, 3 September 2026 - 13:18 WIB

Antisipasi Karhutla, Perhutani KPH Banyumas Barat dan Tim Gabungan Cilacap Survei Lokasi Sumur Bor

Berita Terbaru