PANGANDARAN 4/9/2026 – Kondisi Saluran Sekunder Sindangjaya yang merupakan bagian dari Daerah Irigasi (DI) Ciputrajaji dan berada di bawah kewenangan SDA Provinsi Jawa Barat menjadi perhatian masyarakat.
Penumpukan sampah dilaporkan terjadi pada ruas BSJ 8 hingga BSJ 9. Kondisi tersebut disebut masyarakat kerap terjadi dan berulang setiap tahunnya.
Keberadaan sampah di dalam saluran dikhawatirkan dapat mengganggu kelancaran aliran air, terutama apabila jumlahnya terus bertambah dan tidak segera dilakukan pembersihan.
Masyarakat kemudian mempertanyakan sejauh mana kegiatan operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi dilakukan pada ruas tersebut, termasuk bagaimana peran petugas PPA atau mantri pengairan dalam melakukan pemantauan kondisi saluran di lapangan.
Selain persoalan teknis, masyarakat juga berharap adanya penjelasan dari pihak berwenang mengenai program dan anggaran pemeliharaan jaringan irigasi, khususnya apakah terdapat kegiatan pemeliharaan yang mencakup ruas BSJ 8 sampai BSJ 9 serta bagaimana realisasi kegiatannya.
Pertanyaan tersebut bukan dimaksudkan untuk menuduh adanya penyimpangan, melainkan sebagai bentuk perhatian masyarakat agar pengelolaan jaringan irigasi dan penggunaan anggaran dapat diketahui secara transparan serta tepat sasaran.
Di sisi lain, penumpukan sampah juga membutuhkan perhatian bersama. Selain tanggung jawab pengelola jaringan irigasi dalam melakukan pemeliharaan, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke saluran juga menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi jaringan irigasi.
Awak media masih berupaya meminta konfirmasi kepada SDA/PSDA Provinsi Jawa Barat, termasuk PPA atau mantri pengairan yang bertugas di wilayah tersebut, terkait kondisi Saluran Sekunder Sindangjaya, jadwal pemeliharaan, serta langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi penumpukan sampah pada ruas BSJ 8–BSJ 9.
Dengan adanya klarifikasi dari pihak terkait, diharapkan persoalan tersebut dapat diketahui secara utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman mengenai pelaksanaan pemeliharaan jaringan irigasi.
Red.














Komentar