Santri Tebuireng 17 Go International! Jaulah Sanffest 2026 Satukan Pesantren dan Sineas Dunia

- Penulis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUMAS ,LIN-RI.id – Semangat santri menembus batas zaman. Pondok Pesantren NU Abdul Djamil Tebuireng 17 bersama SMP Persada Insan Nusantara menggelar Jaulah dengan Sineas Internasional dalam rangkaian Sanffest 2026, Sabtu (17/10/2026), mulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, pertukaran wawasan, serta penguatan kreativitas santri dalam dunia perfilman yang berpijak pada nilai-nilai religi dan budaya bangsa.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan insan perfilman, di antaranya Neno Warisman, Ricky Harun, Faruk Loncarevic, dan Hanief Jerry. Acara juga melibatkan undangan dari pondok pesantren di wilayah Banyumas.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan rombongan sineas, pertunjukan barongsai oleh Tim Singa Timur Purwokerto, serta tur pameran yang dipandu Aisyah, santri Pondok Pesantren Abdul Djamil Tebuireng 17. Para tamu diajak mengenal pameran lukisan, galeri koleksi film, hingga koleksi batik yang mencerminkan kekayaan budaya dan kreativitas lingkungan pesantren.
Suasana semakin semarak melalui sambutan tiga bahasa oleh santri, pertunjukan tari lengger Banyumasan dari siswa SMP Persada Insan Nusantara, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Tebuireng. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala SMP Persada Insan Nusantara, KH. Mohammad Husain, S.Pd., M.Si., dan doa yang dipimpin KH. Irhamni selaku pengasuh Pondok Pesantren Abdul Djamil Tebuireng 17.
Santri menguasai teknologi tanpa kehilangan jati diri
Dalam sambutannya, KH. Mohammad Husain menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan tim Sanffest ke lingkungan pesantren. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Hari Santri Nasional 2026, yakni “Menguatkan Akar Tradisi dan Menjaga Keutuhan Negeri.”
“Tradisi santri mengaji menguatkan ilmu. Santri bisa membaca kitab secara teks dan menerapkannya dalam konteks kehidupan, menjadi teladan, serta memiliki adab. Santri menguasai teknologi, tetapi tidak boleh kehilangan jati diri,” tegas KH. Mohammad Husain.
Menurutnya, pesantren bukan sekadar tempat menimba ilmu agama, melainkan juga ruang tumbuhnya gagasan, karya, dan inovasi yang mampu menjawab tantangan masa depan.
“Di pondok ada cerita, dan santri membuat berita. Pembuatan film santri yang mengangkat nilai-nilai religi menjadi bentuk nyata dakwah di masa depan. Pondok sebagai benteng peradaban sekaligus harus mampu mewarnai peradaban di masa depan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa visi PPNU Abdul Djamil dan SMP Persada Insan Nusantara adalah “Membangun Generasi Rabbani yang Cakap dan Mandiri.” Visi tersebut diarahkan untuk menyiapkan generasi yang kuat iman dan takwanya, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki kemampuan berwirausaha demi membangun kemandirian.
Film religi, budaya batik, dan kemandirian santri
Selain mengembangkan kreativitas di bidang perfilman, pesantren juga mendorong pembentukan karakter dan jiwa kewirausahaan santri. Budaya BATIK (Bersih, Aman, Tertib, Indah, dan Kerja Sama), diperkenalkan sebagai bagian dari pembiasaan hidup positif dan penyiapan masa depan.
Pengembangan Santri Preneur diwujudkan melalui usaha batik dan PT SUFI (Sultan Farming Indonesia) yang bergerak di bidang pertanian dan peternakan. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari ikhtiar membangun santri yang tidak hanya berilmu dan berakhlak, tetapi juga produktif serta mandiri.
Dalam rangkaian acara, Bunda Neno Warisman menyerahkan piagam Sanffest kepada Ketua Yayasan Pondok Pesantren Abdul Djamil Tebuireng 17. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama, bertukar cerita, serta penyampaian pengalaman dan pandangan dari para sineas.
Setelah istirahat, salat, dan makan (ISHOMA), peserta mengikuti materi mengenai cara membuat skenario film, dilanjutkan sesi tanya jawab. Pembelajaran ini membuka kesempatan bagi santri untuk mengenal proses kreatif perfilman, mulai dari merangkai ide dan cerita hingga mengolahnya menjadi karya yang bermakna.
Dari pesantren menuju panggung dunia
KH. Mohammad Husain berharap kunjungan tim Sanffest dapat membangkitkan semangat lahirnya karya-karya film pesantren yang mampu menjangkau penonton lebih luas, bahkan hingga tingkat internasional.
“Terima kasih hadirnya tim Sanffest di pondok ini akan membangkitkan film-film pondok yang sampai tingkat internasional,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar Faiz Musyaffak dari PPNU Abdul Djamil terus berkarya melalui Sanffest hingga mampu menembus panggung internasional.
Jaulah Sanffest 2026 menjadi pengingat bahwa santri dapat merawat tradisi sekaligus menyambut kemajuan teknologi. Dengan iman sebagai akar, adab sebagai pegangan, dan kreativitas sebagai jalan pengabdian, pesantren diharapkan terus melahirkan generasi yang mampu menyampaikan pesan kebaikan melalui bahasa zaman.
Semoga ikhtiar ini menjadi wasilah lahirnya karya-karya yang mencerahkan, menguatkan persaudaraan, menjaga budaya bangsa, serta menghadirkan dakwah yang santun dan penuh manfaat bagi umat dan negeri.

(Yesi/Djarmanto-YF2DOI)

Baca Juga:  Antisipasi Kemarau Panjang 2026, Perhutani KPH Banyumas Barat dan BPBD Cilacap Bersinergi Atasi Krisis Air Bersih
Follow WhatsApp Channel lin-ri.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nekat Bongkar Gedung Eks Kebakaran Tanpa Izin, Reruntuhan Rita Pasar Raya Timpa Rumah Warga
KPH Banyumas Barat Tingkatkan Pembuatan Ilaran Sekat Bakar Guna Minimalisir Risiko Karhutla pada Hutan Produksi Getah Pinus
Tingkatkan Kepastian Hukum Petugas Lapangan, Perhutani KPH Banyumas Barat Jalin Sinergi dengan Kejari Cilacap
Tingkatkan Kepastian Hukum Petugas Lapangan, Perhutani KPH Banyumas Barat Jalin Sinergi dengan Kejari Cilacap
Perhutani KPH Banyumas Barat dan BPBD Cilacap Perkuat Koordinasi Mitigasi Karhutla dan Krisis Air Bersih
Genjot Target Produksi Getah Pinus Oktober 2026, KKPH Banyumas Barat Rapatkan Barisan
Antisipasi Karhutla dan Gukamhut, Perhutani KPH Banyumas Barat Intensifkan Patroli Gabungan di Pos Kam Kubangkangkung
Iuran Sampah Rp50 Ribu di Pamularsih Dipertanyakan, Warga Menunggu Klarifikasi DLH
Berita ini 76 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Nekat Bongkar Gedung Eks Kebakaran Tanpa Izin, Reruntuhan Rita Pasar Raya Timpa Rumah Warga

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Tingkatkan Kepastian Hukum Petugas Lapangan, Perhutani KPH Banyumas Barat Jalin Sinergi dengan Kejari Cilacap

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Tingkatkan Kepastian Hukum Petugas Lapangan, Perhutani KPH Banyumas Barat Jalin Sinergi dengan Kejari Cilacap

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Perhutani KPH Banyumas Barat dan BPBD Cilacap Perkuat Koordinasi Mitigasi Karhutla dan Krisis Air Bersih

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Genjot Target Produksi Getah Pinus Oktober 2026, KKPH Banyumas Barat Rapatkan Barisan

Berita Terbaru