KING JABAR SOROTI ATAS MENINGGAL DUNIANYA “S” KARUMGA EKS JAMPIDSUS.

- Penulis

Senin, 27 Juli 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor – Ketua Umum sekaligus Advokat H. Sukarman, S.H., M.H., yang akrab disapa KING JABAR, menyoroti meninggalnya Sutrimo yang dinilai menyisakan sejumlah kejanggalan dan patut menjadi perhatian serius aparat penegak hukum (APH). Menurutnya, seluruh fakta dan informasi yang beredar harus diuji melalui proses penyelidikan dan penyidikan yang profesional, objektif, serta transparan agar penyebab kematian dapat dipastikan berdasarkan alat bukti yang sah.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul informasi hasil penyelidikan awal (pulbaket) yang dilakukan pada Minggu (26/7/2026) di Jakarta Selatan terkait meninggalnya “S”, yang diketahui pernah bekerja sebagai Karumga mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adiansyah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, “S” dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (23/7/2026). Dalam kronologi yang beredar disebutkan bahwa sekitar pukul 06.37 WIB korban sempat menghubungi kerabat dan mengeluhkan sakit. Tak lama kemudian, saat didatangi, korban disebut telah tidak sadarkan diri dengan kondisi mulut dan hidung mengeluarkan busa.

Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju RS Muhammadiyah Taman Puring. Berdasarkan keterangan tenaga medis, korban telah tiba di rumah sakit dalam keadaan meninggal dunia. Disebutkan pula bahwa korban memiliki riwayat amputasi pada ibu jari kaki sebelah kiri.

Keterangan pengemudi ambulans menyebutkan bahwa pemesanan ambulans dilakukan secara daring oleh seseorang yang tidak dikenalnya. Korban dijemput di depan sebuah klinik dalam kondisi telah tergeletak dan tidak bergerak.

Selain itu, terdapat keterangan dari petugas keamanan rumah sakit yang menyebut korban diantar oleh empat orang yang tidak dikenal. Sementara pihak keluarga mengaku menerima jenazah pada malam harinya dan langsung memakamkan almarhum setelah proses pemulasaraan. Menurut keluarga, barang-barang pribadi seperti telepon genggam, dompet, ATM, maupun pakaian almarhum belum diterima.

Baca Juga:  Sidamukti Gelar Jalan Sehat dan Panggung Gembira Usung Tema "Indonesia: Harmoni dalam Keberagaman"

Menanggapi berbagai informasi tersebut, KING JABAR menilai bahwa setiap dugaan kejanggalan harus ditelusuri secara menyeluruh oleh aparat penegak hukum tanpa mengedepankan asumsi.

“Kami meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas penyebab meninggalnya “S” secara profesional, independen, dan transparan. Semua fakta harus dibuka berdasarkan alat bukti dan hasil penyelidikan ilmiah, sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,” tegas H. Sukarman.

Ia menambahkan, apabila memang terdapat unsur pidana, maka siapa pun yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Sebaliknya, apabila hasil penyelidikan menyimpulkan tidak terdapat unsur tindak pidana, maka hasil tersebut juga harus disampaikan secara terbuka agar memberikan kepastian hukum kepada keluarga maupun masyarakat.

KING JABAR juga mengimbau seluruh pihak untuk menghormati asas praduga tak bersalah dan tidak menyimpulkan penyebab kematian ataupun keterlibatan pihak tertentu sebelum terdapat hasil resmi dari aparat penegak hukum maupun pemeriksaan forensik yang berwenang.

Menurutnya, transparansi dalam penanganan perkara merupakan bagian penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Indonesia.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut mengenai penyebab pasti meninggalnya “S”. Oleh karena itu, seluruh informasi yang beredar masih memerlukan verifikasi melalui proses hukum yang berlaku.

(DPP LPKSM PATROLI)

Follow WhatsApp Channel lin-ri.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sidamukti Gelar Jalan Sehat dan Panggung Gembira Usung Tema “Indonesia: Harmoni dalam Keberagaman”
Organisasi Masyarakat Pemuda Pancasila Kecamatan Pebayuran Hadir Dalam Upacara Pengibaran Sang Saka Merah Putih HUT Ke-81 RI
Menuju Detik-Detik Kemerdekaan Kanit Reskrim Pimpin Gladi Paskibra Pebayuran
Dandim 0509 Hadiri Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kabupaten Bekasi
Pemerintah Kecamatan Pebayuran Gelar Senam Bersama Dan Jalan Sehat Meriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Antusias Tim Kemenangan Serta Keluarga Besar Mengawal H. Acep Saepudin Mendaftarkan Diri Sebagai Bakal Calon Kepala Desa Kertajaya
Viral! Mahasiswa Gizi Kesehatan Masyarakat USU Banjir Pujian Bedah Buku Skala International Dari 70 Ribu Rupiah Referensi Akademik Dunia
KING JABAR Tantang Hotman Paris ke Meja Hijau, Tegaskan Siap Bela Marwah Insan Pers
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 03:23 WIB

Sidamukti Gelar Jalan Sehat dan Panggung Gembira Usung Tema “Indonesia: Harmoni dalam Keberagaman”

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:12 WIB

Organisasi Masyarakat Pemuda Pancasila Kecamatan Pebayuran Hadir Dalam Upacara Pengibaran Sang Saka Merah Putih HUT Ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 03:48 WIB

Menuju Detik-Detik Kemerdekaan Kanit Reskrim Pimpin Gladi Paskibra Pebayuran

Jumat, 14 Agustus 2026 - 04:33 WIB

Dandim 0509 Hadiri Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kabupaten Bekasi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:41 WIB

Pemerintah Kecamatan Pebayuran Gelar Senam Bersama Dan Jalan Sehat Meriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Berita Terbaru